Self-healing membantu pasien positif corona untuk perkuat imun dan mempercepat proses penyembuhan. Seperti kisah tiga perempuan yang telah berbagi pembelajarannya setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19 ini adalah Ratri Anindya (pasien 3), Maria Darmaningsih (pasien 2), Sita Tyasutami (pasien 1). Mereka adalah satu keluarga yang terdiri dari seorang ibu dan dua puterinya. 

Saat kita teridentifikasi positif corona virus (Covid-19), tetap tenang dan jangan panik. Ingat, kita memiliki kekuatan dalam diri untuk menyembuhkan diri. Dalam hal ini, termasuk sembuh dari Covid-19. Demikian salah satu pesan penting dari pengalaman tiga perempuan yang pernah dinyatakan positif Covid-19. COVID-19 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan manusia. 

Dalam video BBC Indonesia, Rabu (18/3/2020), ketiga perempuan ini menceritakan proses sejak pertama kali ketiganya dinyatakan positif Covid-19, menjalani serangkaian perawatan khusus di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, hingga mereka dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang pada Senin (16/03).

Ada pembelajaran penting dalam kisah mereka saat dirawat di RSPI Sulianti Saroso. Menurut Maria Darmaningsih (pasien 2), bagaimana proses self-healing bagi pasien positif Covid-19 menjadi sangat penting. 

Sebagai pasien yang dinyatakan positif COVID-19, mereka ditempatkan di kamar isolasi. Kondisi kamar pun tidak menyeramkan seperti yang dibayangkan publik. Namun, ketiganya mengakui bahwa berhari-hari di kamar isolasi menjadi tantangan tersendiri ketika mereka mulai merasa bosan. Sehingga, mereka melakukan berbagai kegiatan seperti melukis, berjemur, hingga olahraga.

Menurut Maria, self-healing yang dilakukannya selama diisolasi adalah melukis. Di kamar isolasi, mereka memang mendapatkan fasilitas seperti kertas dan cat poster. Di sanalah dia kemudian menghabiskan waktunya untuk membuat melukis.

Tentu saja self-healing hanya salah satu pendukung yang mempercepat proses penyembuhan pasien, selain semua petunjuk tim medis terkait pola hidup sehat dan disiplin menerapkan serangkaian perawatan selama menjadi pasien Covid-19. 

Jangan lupa, tetap lakukan pola hidup sehat dan upaya pencegahan Covid-19.
(Sumber gambar: freepik )

Self-healing atau penyembuhan diri sendiri menjadi salah satu upaya penting bagi pasien Covid-19, karena pada dasarnya manusia memiliki kekuatan dalam dirinya untuk mengobati dirinya. Adapun media self-healing setiap orang cukup beragam, beberapa di antaranya melalui menggambar atau melukis, dan menjalankan sekian aktivitas dan hobi lainnya. 

Sebagai pasien yang pertama kali diketahui publik sebagai pasien positif Covid-19, Ratri sekian tekanan bukan hanya muncul dari dalam dirinya, namun juga dari masyarakat dan media. Apalagi ketika ada stigma yang mulai dilemparkan ke mereka terkait profesi mereka sebagai penari. Padahal, Covid-19 dapat menyerang siapapun, tak peduli apa jenis kelaminmu, ras, agama, profesi, jenis kelamin, dan lingkungan sosialmu. 

Salah satu pesan penting dari Sita Tyasutami (pasien 1), dia juga mengimbau kepada media untuk mendukung pasien secara moral, karena penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab. Sebagai pasien, dirinya dan keluarganya merasa sangat terganggu. Apalagi sampai identitasnya terbongkar. Masyarakat juga seharusnya berhenti menghakimi (stigmatisasi) pasien Covid-19 yang masih dalam masa perawatan. Sekali lagi, karena Covid-19 tidak memandang profesi, ras, agama, dan bisa menular ke siapapun. 

So, menurut kami banyak sekali pembelajaran dari kisah tiga perempuan ini, beberapa di antaranya adalah :

  • Gejala nya seperti flu biasa
  • Mewaspadai penyakit penyerta, seperti gejala tipes, bronchopnemonia, dan lain-lain. 
  • Positif corona tidal selalu terlihat kelihatan sakit. 
  • Jangan stres dan lakukan self-healing biar imun tetap kuat. 
  • Jangan hakimi penyintas corona, agar mereka tidak stres. 
  • Kebahagiaan perkuat imun. 
  • Tidak perlu panik dalam menyikapi wabah ini agar imun booster tetap terjaga. 
  • Peduli lingkungan sekitar, dengan menjaga diri untuk sementara berada di rumah / isolasi. 
  • Jangan takut isolasi, tetap happy, dan berpikiran positif.
  • Anak-anak dan keluarga libur di rumah, bermain, biar happy.  Tidak malah liburan di tempat wisata.
  • Jamu, temulawak atau sejenis curcuma baik buat proses imunisasi.
  • Ketika mendapat ujian ini semua harta, kekayaan dunia, tidak ada artinya. 
  • Perkuat rohani dengan mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

Untuk mengetahui kisah selengkapnya, kamu bisa langsung tonton video berisi kisah meraka yang telah sembuh dari corona melalui link berikut ini: PENGALAMAN PASIEN SEMBUH DARI CORONA

Sumber gambar: FREEPIK

Contact Us