Relationship with a strong foundation will survive and may even flourish, whereas those characterized by poor negotiation skills, destructive communication & lack of appreciation are more likely to bukle under the stress. (Gottman) 

Sobat, badai pandemik covid-19 masih belum berlalu. Sementara akses kita untuk memanfaatkan waktu di beragam suasana dan lokasi masih terbatas. Jadi, pastikan kita mampu memanfaatkan momen karantina ini untuk menghangatkan hubungan dengan pasangan. Hati-hati jangan malah jadi boomerang terhadap hubungan. Yuk, simak tips berikut ini!

  1. Mengekspresikan kasih sayang dan apresiasi 

Buatlah daftar rasa terima kasihmu pada pasangan via tulisan, agar ia merasa diapresiasi. Tunjukkan ketertarikanmu pada yang ia merasa diapresiasi. Tunjukkan ketertarikanmu pada apa yang ia ceritakan, saling memberikan sentuhan fisik kepada satu sama lain. 

  1. Menunjukkan empati

Rasa takut, khawatir, stres, dan cemas adalah reaksi yang normal selama masa karantina atau isolasi ini. Jadi, coba dengarkan pasanganmu, boleh usaha untuk menenangkan tapi jangan sampai ia merasa perasaannya dikecilkan. Tunjukkan bahwa kamu mengerti. 

  1. Count your blessings

Ketika banyak stressor, rasanya mengeluh itu lebih enak dan lebih mudah dilakukan. Tapi nanti dulu, itu bisa berdampak negatif pada pernikahanmu. So, kamu bisa mulai mencari hal-hal yang bisa disyukuri, baik kecil maupun besar. Bersyukur itu menular, jadi mulai dari dirimu. Hopefully, pasangan dan anggota keluarga lainnya segera mengikuti. 

  1. Mengobrol atau berdiskusi

Jangan lupa ya, manfaatkan waktu makan untuk mengobrol dan saling mendengarkan satu sama lain. Apalagi jika ini sulit dilakukan di hari-hari biasa. Coba ajukan pertanyaan dan respon dengan tepat. Jangan lupa juga, klarifikasi jika ada yang tidak dimengerti atau respon pasangan kurang pas. Tunjukkan bahwa kalian ada satu sama lain. 

5. Tetap terkoneksi dengan teman dan keluarga

Gunakan fitur dan video call untuk tetap bisa update kondisi satu sama lain. We need to know we are not making this journey alone. Mengobrol dengan teman dan keluarga juga memberikan “kesegaran” agar tidak bosan dan menumpuk emosi negatif yang beresiko disalurkan pada pasangan. 

Referensi : Gottman-Marriage Minute: Notice the good les & Leslie Parrot: Creating the safest place on earth. Article ini juga sudah dipublikasikan di akun instagram penulis di link berikut ini: Sri Juwita

Summer ilustrasi: freepik

Profil Penulis

Sri Juwita Kusumawardhani, M.Psi., Psikolog adalah Psikolog Klinis, lulusan dari Universitas Indonesia. Selain berpraktik di Tiga Generasi dan LPT UI, Wita juga merupakan salah satu penulis dari buku Anti Panik Mempersiapkan Pernikahan. Selain itu, Wita juga merupakan founder dari komunitas @cintasetara, fasilitator Persiapan Pernikahan SYMBIS (Save Your Marriage Before It Starts), dan aktif menjadi narasumber untuk talkshow, kelas, di berbagai media online serta offline. Ia pun aktif sebagai Sekretaris di Ikatan Psikolog Klinis wilayah Jakarta. Di akun instagramnya: @ladywitts, ia aktif membagikan materi-materi mengenai menciptakan dan mempertahankan Hubungan Romantis yang sehat + bahagia.


Sri Juwita Kusumawardhani, M.Psi., Psikolog

Sri Juwita Kusumawardhani, M.Psi., Psikolog adalah Psikolog Klinis, lulusan dari Universitas Indonesia. Selain berpraktik di Tiga Generasi dan LPT UI, Wita juga merupakan salah satu penulis dari buku Anti Panik Mempersiapkan Pernikahan. Selain itu, Wita juga merupakan founder dari komunitas @cintasetara, fasilitator Persiapan Pernikahan SYMBIS (Save Your Marriage Before It Starts), dan aktif menjadi narasumber untuk talkshow, kelas, di berbagai media online serta offline. Ia pun aktif sebagai Sekretaris di Ikatan Psikolog Klinis wilayah Jakarta. Di akun instagramnya: @ladywitts, ia aktif membagikan materi-materi mengenai menciptakan dan mempertahankan Hubungan Romantis yang sehat + bahagia.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us