SEXUAL CONSENT

Sexual consent adalah persetujuan kedua belah pihak yang terlibat dalam kegiatan seksual. Sebelum melakukan hubungan seksual dengan seseorang, keduanya harus sepakat dan dalam keadaan sadar, ingin melakukan hubungan seksual tersebut. 

Meminta persetujuan dan menyetujui terjadinya hubungan seksual adalah tentang menetapkan batas pribadi diri sendiri dan menghormati batas pribadi orang lain.

Tanpa sexual consent, aktivitas seksual apapun (termasuk seks oral, sentuhan di area genital hingga penetrasi) dapat dikategorikan sebagai tindakan pelecehan dan pemerkosaan.

CONSENT (KESEPAKATAN)!

  • Consent adalah persetujuan antara setiap partisipan untuk ikutserta dalam aktivitas seksual (RAINN Org).
  • Consent itu BUKAN ASUMSI, PAKSAAN, INTIMIDASI, ISYARAT, atau MANIPULASI.
  • Consent tidak bisa diperoleh dari seseorang yang tidak dapat membuat keputusan rasional dan masuk akal karena tidak memiliki kapasitas untuk memahami siapa, apa, kapan, di mana, mengapa atau bagaimana dari suatu kondisi yang membutuhkan consent.

MENURUT RAINN DALAM HUKUM, KAPASITAS SESEORANG UNTUK MEMBERIKAN KONSEN DIPERTIMBANGKAN BERDASARKAN SEJUMLAH FAKTOR, ANTARA LAIN;

  • Usia
  • Kondisi Perkembangan Mental/Fisik (Difabel)
  • Intoksikasi (di bawah pengaruh obat/alkohol)
  • Hubungan Korban/Pelaku
  • Vulnerable Condition (kondisi rentan)

CONSENT (KESEPAKATAN) TIDAK HARUS…

  • Consent tidak selalu harus berkaitan dengan “Ya” atau “Tidak”, “Mau” atau “Tidak Mau”.
  • Silence is not consent
  • Persetujuan yang diberikan dengan keraguraguan bukanlah konsen, contoh “yaudah”, “ok lah”, “mungkin”.
  • Consent tidak diperoleh melalui manipulasi perasaan atau psikologis.
  • Consent tidak diperoleh melalui kekerasan atau ancaman.

CONSENT HANYA BERLAKU UNTUK SATU WAKTU DAN SITUASI

  • Boleh mencium bukan berarti boleh membuka baju.
  • Berhubungan seks dengan seseorang sebelumnya bukan berarti sebagai persetujuan untuk bisa lagi berhubungan seks dengannya.

SUMBER:

Konten ini dibuat oleh Tim @perempuanberkisah berdasarkan referensi berikut ini:

  • Yovani, Annisa. 21 Juni (2020). Kekerasan Berbasis Gender. Samahita Bandung. PPT. 13-16.
  • The Asian Parent Indonesia. (2020). Pentingnya Sexual Consent Sebelum Hubungan Intim. Diakses dari https://id.theasianparent.com/sexual-consent.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us