“Proses metamorfosa perempuan jauh lebih lama dan bernilai dari hasil akhir yang dituainya di kemudian hari” (Puji Onjie, Inisiator Kupukuperempuan)

Seperti kehidupan perempuan yang mirip metamorfosa kupu-kupu, ia punya proses yang panjang untuk bisa terbang. Fase ulat sebagai simbol keterpurukan perempuan yang di masa-masa tertentu harus melewati kondisi terburuk dalam hidup. Selanjutnya, ia harus menutup diri bak kepompong, merenungi kehidupannya kembali, mengumpulkan energi untuk bisa bangkit. Untuk bisa sempurna menjadi kupu-kupu, ia harus mengeluarkan dirinya; tidak dengan bantuan orang lain, tidak dengan bantuan siapapun. Ia harus keluar dari kungkungan itu dengan kehendak dan kemampuannya sendiri. 

Mengenal Kupukuperempuan

Berawal dari acara yang diadakan oleh Cipta Media Ekspresi dalam bentuk panggilan proposal dana hibah seni untuk seniman perempuan, Puji Onjie memberanikan mengajukan proyek pagelaran seni untuk memenuhi undangan tersebut. Inspirasi itu datang dari seringnya interaksi yang dilakukan Puji dengan komunitas seni yanga ada di berbagai kota. Ia berfikiran bahwa ternyata banyak sekali cerita tentang proses kehidupan menarik perempuan yang tidak diketahui banyak orang. 

Rencana pagelaran seni itu dikonsep dengan menghadirkan 69 penulis, 30 pegiat seni, dan satu kelompok laki-laki. Satu kelompok laki-laki itu disimbolkan untuk menandakan bahwa 99 perempuan tidak akan akan lengkap jika tidak dibarengi dengan dukungan dari laki-laki.

Sayangnya pagelaran yang diajukan tidak tercapai. Makin hari, Puji makin dihantui rasa bersalah. Bukan karena ditolaknya proposal tersebut, ia hanya tidak mau kalau-kalau usahanya untuk bisa mengapresiasi dan mendengangarkan teman-temannya menjadi berhenti hanya karena pagelaran yang diajukan gagal terlaksana.

kupukuperempuan Instagram posts (photos and videos) - Picuki.com

Kupukuperempuan kemudian menunjukan keberadaannya kepada publik pada Oktober 2019. Puji berinisiatif mengadakan acara dalam bentuk sharing session dengan teman-temannya dari banyak latar belakang. Ada musisi, organisator, barista, dan lain-lain. Acara sharing tersebut dilaksanakan sebanyak dua kali.

Dua kali event yang diadakan itu ternyata mendapat respon positif dan antusiasme yang cukup besar. Pasca acarapun banyak yang mempertanyakan keberlanjutan kegiatan kupukuperempuan. Atas dasar itulah, Puji mereasa perlu untuk membuat tim khusus agar kupukuperempuan bisa terus melanjutkan kiprahnya. Hingga 2020, ada lima orang yang tergabung dalam tim kupukuperempuan.

Tujuan kupukuperempuan sendiri adalah mengupayakan perempuan agar mengetahui dan mendapatkan hak-haknya untuk berkembang dan berdaya di dalam kehidupan, menghargai dan mengapresiasi segala proses dan pencapaian dari hidup yang di jalankannya. Cara yang dilakukan adalah dengan memberikan akses pengetahuan dan ruang yang cukup untuk perempuan bisa menyuarakan atau mengekspresikan dirinya. 

Usaha lain yang juga dilakukan adalah dengan mengundang beberapa elemen yang punya pandangan dan visi yang sama untuk bergabung. Ia mulai mengepakan sayapnya lewat sosial media. Kupukuperempuan saat ini punya kurikulum belajar dan punya benyak teman berjuang. Kondisi yang jauh lebih lengkap dari dua tahun sebelumnya.

Memulai laju terbangnya hingga kini

Kupukuperempuan sampai saat ini telah memiliki empat program, diantaranya adalah kita bertemu, kita bicara, kita belajar, dan kita berdaya. Kita bicara adalah ruang ekspresi yang di berikan kepada siapapun yang ingin menyuarakan pengetahuan, pengalaman, dan hal-hal lain kepada publik melalui instagram live. Kita belajar adalah forum belajar lewat grup whattsapp yang membicarakan berbagai tema secara lebih luas dan intim bersama. Kalau kita bicara dan kita belajar merupakan kegiatan berbasis virtual, kita bertemu adalah kegiatan tatap muka yang konsepnya masih sama membicarakan tentang hal-hal yang dekat dengan kehidupan perempuan. Sedangkan perempuan berdaya adalah kegiatan apresiasi yang diberikan kepada perempuan yang punya karya, skill, dan segala pencapaian lainnya.

Selain memberikan ruang dan apresiasi kepada sesama perempuan, kupukuperempuan bekerjasama dengan beberapa komunitas. Beberapa komunitas tersebut ialah Bumiayu Creative City Forum, Feminis Pantura Tegal, Planfeminism Surabaya, Arah Kata Yogyakarta, dan kelompok-kelompok lainnya yang mendukung aktivitas kupukuperempuan khususnya di daerahnya Bumiayu, Jawa Tengah.

Agar Kupukuperempuan tetap bertahan hidup

Membawa gagasan feminisme di tengah kondisi masyarakat Bumiayu yang belum terlalu perhatian dengan isu-isu perempuan tidaklah mudah. Kultur patriarki yang dominan, pembicaraan perempuan yang belum seterbuka di tempat-tempat lain menjadi tantangan tersendiri bagi kupukuperempuan. Perlu strategi dan cara-cara khusus agar secara perlahan gagasan feminisme bisa diterima oleh masyarakat setempat.

Tidak hanya hal-hal yang disebutkan diatas, di Bumiayu sendiri mencari tenaga profesional di bidang psikologi dan hukum yang bisa membantu ketika teman-teman kupukuperempuan membutuhkan nyatanya masih sulit. Padahal permasalahan yang dihadapi juga tak kalah pelik. Nyatanya, Kupukuperempuan masih memerlukan banyak hal untuk tetap menjalankan aktivitasnya kedepan.

Puji berharap bahwa kupukuperempuan bisa membersamai perempuan lainnya untuk berdaya dan berkembang, menjalin relasi dengan komunitas, dinas, dan siapapun yang bisa memberikan bekal untuk bertahan hidup sebagai manusia, dan bisa saling menguatkan serta mengikis segala bentuk persaingan sesama perempuan.

Profil Penulis

Aktivis Perempuan di Yogyakarta, saat ini masih kuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.


Idha Nafiatul Aisyi

Aktivis Perempuan di Yogyakarta, saat ini masih kuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us