Perempuan Penggerak “Support Bali”: Kita Harus Bergerak, Jangan Hanya Menunggu Pemerintah

Berbekal keyakinan empati dan niat baik menolong, para perempuan penggerak menginisiasi gerakan kebaikan dalam sebuah wadah bernama “Support Bali”. Mereka yakin pasti dilancarkan. Mereka merasa perlu bergerak melakukan sesuatu, tidak sekadar menunggu bantuan pemerintah.  Situasi krisis seperti pandemi seperti saat ini, telah mempertemukan saya dengan salah seorang teman lama. Dia Read more…

#WFH: Bukan Sekadar di Rumah, tapi “Tahan Diri” dan “Temukan Kesejatian Diri”

Di sini saya ingin menyampaikan, pada akhirnya makna #WFH bukan sekadar diam di rumah, menyendiri di rumah, lebih dari itu adalah menahan diri dari segala kebodohan sikap kita sendiri. Menahan diri untuk tidak mengekspos diri berlebihan, hingga berdampak pada jiwa lain yang tak mampu seberuntung kita. Menahan diri dari sikap masa bodoh atas nasib orang lain. Menahan diri dari semua yang merugikan diri dan orang lain, hingga tanpa sadar kita mampu menemukan kesejatian diri kita dan berikan bijak memanfaatkan privilege WFH ini. Bersikap bijak memerangi virus ini bersama-sama.

Aku Takut Tanpa Sadar Menularkan Corona ke Keluargaku

“Aku semakin takut jika pulang nanti aku justru membawa virus itu (Corona) tanpa aku sadari, lalu menyebarkannya ke yang lain. Sejauh ini teman-teman di klinik baik-baik saja. Kita juga masih ngusahain segala sesuatunya dan terus mencari informasi tentang APD (alat pelindung diri) di tempat lain. Jadi sepanjang aku kerja, ini adalah masa termenegangkan. Beberapa dari kami takut buat pulang ke rumah. Buat teman-teman yang mendapat hak istimewa buat working from home (WFH), tolong dimaksimalkan waktunya buat di rumah” (Triya Amalina, Analis Kesehatan)

Positif Corona? Jangan Panik! Ikuti Prosedur Kesehatan dan Terapkan Self-Healing Bantu Penyembuhan

Self-healing membantu pasien positif corona untuk perkuat imun dan mempercepat proses penyembuhan. Seperti kisah tiga perempuan yang telah berbagi pembelajarannya setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19 ini adalah Ratri Anindya (pasien 3), Maria Darmaningsih (pasien 2), Sita Tyasutami (pasien 1). Mereka adalah satu keluarga yang terdiri dari seorang ibu dan dua puterinya.

Contact Us