Perempuan Penggerak “Support Bali”: Kita Harus Bergerak, Jangan Hanya Menunggu Pemerintah

Berbekal keyakinan empati dan niat baik menolong, para perempuan penggerak menginisiasi gerakan kebaikan dalam sebuah wadah bernama “Support Bali”. Mereka yakin pasti dilancarkan. Mereka merasa perlu bergerak melakukan sesuatu, tidak sekadar menunggu bantuan pemerintah.  Situasi krisis seperti pandemi seperti saat ini, telah mempertemukan saya dengan salah seorang teman lama. Dia Read more…

Sebagai Perempuan Kepala Keluarga, Aku Dipaksa Super Tangguh dalam Kegagapan Menghadapi Pandemi

Nyatanya, perempuan lebih sengsara. Sulit sekali rasanya menerapkan rasa syukur. Rasa-rasanya sejak dilahirkan, baru kali ini hidup serasa dalam suasana perang. Sempat terlintas, ‘Oh begini ya rasanya masa peperangan itu?’ Karena diri ini selalu berjarak dengan masa lalu, peperangan hanya diimajinasikan melalui buku-buku sejarah yang kita kenal. Ya, buku- buku Read more…

Aku Takut Tanpa Sadar Menularkan Corona ke Keluargaku

“Aku semakin takut jika pulang nanti aku justru membawa virus itu (Corona) tanpa aku sadari, lalu menyebarkannya ke yang lain. Sejauh ini teman-teman di klinik baik-baik saja. Kita juga masih ngusahain segala sesuatunya dan terus mencari informasi tentang APD (alat pelindung diri) di tempat lain. Jadi sepanjang aku kerja, ini adalah masa termenegangkan. Beberapa dari kami takut buat pulang ke rumah. Buat teman-teman yang mendapat hak istimewa buat working from home (WFH), tolong dimaksimalkan waktunya buat di rumah” (Triya Amalina, Analis Kesehatan)

Contact Us