Awal Tahun yang Perih, Mari Cintai Orang Terkasih dengan Layak

Published by Erlingga Jelita Tribuana on

Terlalu banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari tahun kemarin maupun awal tahun ini tentang mencinta dan dicintai. Cintailah orang yang selama ini kita kasihi baik teman, pacar, sahabat, keluarga, terlebih orang tua. Buatlah mereka merasa dicintai dengan layak sebelum terlambat, agar tiada penyesalan yang terasa di suatu hari nanti. Regangkan gengsi, tebarkan cinta tanpa menunggu waktu yang tepat, karena tidak semua hal bisa diulang dan memiliki kesempatan kedua.

Erlingga Jelita Tribuana

Apa yang kini ada di benak kita saat bicara soal cinta? cinta adalah tentang sepasang insan yang memadu kasih, saling memberi dan berkorban, juga menguatkan satu sama lain. Seringnya, hadirnya cinta juga membuat pemiliknya merasakan perih. Perih yang terkadang tidak dapat dijelaskan bagaimana sakitnya. Dalam pepatah cinta, konon katanya jika seseorang jatuh cinta berarti pertanda bahwa ia siap untuk sakit hati dan terluka.

Bicara Cinta Kasih: Sebelum Kita Lahir, bahkan telah Hadir. Tapi bagaimana jika kehilangan mereka yang kita kasihi?

Pada umumnya, setiap orang akan berpikir bahwa cinta berpatok pada lawan jenis, namun nyatanya tidak. Cinta hadir dan hidup bersama, bahkan sebelum kita dilahirkan ke dunia. Cinta juga memiliki makna yang begitu luas, misalnya cinta pada diri sendiri, teman, keluarga, sahabat, dan pada apa yang kita lakukan, semuanya dilalui dengan cinta.  

Setiap orang memiliki definisi yang berbeda soal cinta, menurut saya cinta adalah pemilik segala rasa, bahagia dalam luka, senyum dalam duka ataupun sebaliknya luka namun bahagia, berduka namun senyum merekah. Kita akan mengetahui makna dari sebuah cinta yang sesungguhnya saat kita merasa dicintai. Cinta mengajarkan kita banyak hal dalam hidup, dicintai banyak orang membuat kita merasa berharga dan bersyukur bisa berada di lingkungan yang dapat menerima seseorang tanpa melihat siapa dia.

Begitu juga dengan 2020 kemarin, hadirnya membuat kita belajar menjadi pribadi yang lebih banyak mengerti akan cinta. Hari demi hari, kejadian demi kejadian dan segala hal yang terjadi di tahun itu berlalu begitu singkat hingga tidak terasa kini kita sudah kembali di bulan Januari di tahun yang baru, 2021. Terlalu banyak kisah yang tidak dapat dilupakan sepanjang tahun 2020, tahun yang memiliki banyak kisah dan hikmah dalam setiap hal yang terjadi kemarin. Dari segala hal, yang paling memilukan di tahun kemarin adalah kehilangan.

Kehilangan Orang Terkasih adalah Hal Menyakitkan di Muka Bumi

Kehilangan orang terkasih adalah hal yang paling menyakitkan di muka bumi, terlebih jika kehilangan sosok orang yang selalu mendukung, mengasihi, dan mencintai kita tanpa pernah memandang apa yang telah kita perbuat padanya. Sosok itu adalah orang tua, orang yang selalu ada dan menenangkan kala sedih, sulit dan senang. Ketika sudah kehilangan baru tersadar akan mahalnya sebuah kebersamaan, yang tersisa hanyalah sebuah penyesalan yang tidak dapat dilupakan hingga akhir hayat.

Kehilangan dari adanya wabah covid-19 sudah sangat menguras air mata dan batin, dan dari segala kehilangan yang menyesakkan dada, ada satu hal dari kehilangan yang begitu menyayat hati hingga yang merasakannya tidak mampu mengungkapkan atas apa yang dirasakannya, yaitu kehilangan secara tiba-tiba, yang begitu mengejutkan siapapun yang mendapatkan kabar duka semacam ini.

Awal Tahun 2021, pun Kita Masih Diliputi Kehilangan yang Sangat

Awal tahun ini diliputi duka yang datang dari tragedi hilangnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, dirangkum dari berita yang ramai dibicarakan saat ini dalam media di televisi bahwa pesawat yang diisi oleh penumpang mulai dari orang dewasa, anak-anak, dan bayi melakukan take off pada pukul 14.36 WIB dari bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak lalu kemudian hilang kontak pada pukul 14.47 WIB walaupun belum lama dari itu masih sempat terjadi komunikasi.

Mulanya pesawat diperkirakan hilang kontak, namun sesaat setelahnya pesawat dikabarkan jatuh dan meledak pada pukul 14.30 WIB hari sabtu 09 Januari 2021 di kepulauan Seribu. Hal serupa juga pernah terjadi beberapa tahun silam pada tragedi Sukhoi Superjet 100 pada 09 Mei 2012 yang menewaskan 41 orang.  Hingga kini para korban dari pesawat Sriwijaya Air SJ-182 masih dalam pencarian.

Serupa tapi tak sama. Banyaknya kehilangan yang terjadi di tahun kemarin dan di awal tahun ini, membuat kita tersadar akan hadirnya kita di dunia yang hanya sementara. Berjalan menyusuri pemakaman membuat kita semakin tersadar bahwa hamparan tanah dengan batu nisan tidak terkhusus untuk orang tua yang sudah berusia lanjut, melainkan kematian akan mendatangi siapapun tanpa peduli umur berapa kita saat ini, baik muda maupun tua, anak-anak maupun orang tua, bahkan seorang bayi sekali pun jika tuhan berkehendak maka tidak ada hal yang tidak mungkin.

Bayangkan sejenak, betapa tersayatnya hati para keluarga korban begitu mendengar kabar duka yang begitu mengejutkan ini. Kepulangan yang seharusnya menjadi cerita indah karena bertemu kembali dengan keluarga tercinta untuk berbagi kisah, menjemput ke bandara untuk melepas rindu dengan wajah yang berseri penuh senyuman.

Saat mendengar kabar tak terduga, seketika senyuman kita berubah menjadi deraian air mata. Rasa sakitnya tak bisa dibentuk. Rasanya mengiris batin kita saat mendengar kabar kehilangan seseorang. Hilang sudah raut wajah yang berseri penuh senyuman saat menjemput orang terkasih, senyuman itu berubah menjadi isak tangis saat menunggu kepastian terhadap kabar orang terkasih yang menjadi korban dari tragedi ini.

Pelajaran dari Makna Kehilangan

Terlalu banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari tahun kemarin maupun awal tahun ini tentang mencinta dan dicintai. Cintailah orang yang selama ini kita kasihi baik teman, pacar, sahabat, keluarga, terlebih orang tua. Buatlah mereka merasa dicintai dengan layak sebelum terlambat, agar tiada penyesalan yang terasa di suatu hari nanti. Regangkan gengsi, tebarkan cinta tanpa menunggu waktu yang tepat, karena tidak semua hal bisa diulang dan memiliki kesempatan kedua.

Mari sejenak luangkan waktu untuk berdoa bersama agar para korban selalu berada dalam lindungan Tuhan.

Akhir kata, tak banyak yang dapat saya ucapkan sebagai penulis selain turut berbelasungkawa atas tragedi hilangnya pesawat Sriwijaya tujuan Jakarta – Pontianak, dengan segala harap semoga mendapat kabar baik dari ditemukannya para korban, semoga para korban selalu berada dalam lindungan tuhan dan semoga keluarga yang tertimpa musibah atas tragedi ini diberikan ketabahan dan kekuatan.

About the author

Erlingga Jelita Tribuana adalah seorang mahasiswi Jurusan Marketing Communication, Universitas Bina Nusantara (Binus), Jakarta.


Erlingga Jelita Tribuana

Erlingga Jelita Tribuana adalah seorang mahasiswi Jurusan Marketing Communication, Universitas Bina Nusantara (Binus), Jakarta.

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us