Mengenal Komunitas Perempuan Berkisah: Wadah Berbagi Kisah & Saling Menguatkan

Published by Redaksi Perempuan Berkisah on

Ini adalah artikel tentang Komunitas Perempuan Berkisah, yang telah dipublikasikan di KUMPARAN pada 8 Desember 2020 12:07 dengan judul aseli “Mengenal Komunitas Perempuan Berkisah: Wadah untuk Bercerita & Berekspresi Artikel ini ditulis oleh Tim Editor: Mela Nurhidayati Syamsiyah dan Fitria Sofyani. Baca artikel selengkapnya dengan gambar di KUMPARAN WOMEN .

Di era globalisasi seperti ini, perempuan ternyata masih menghadapi berbagai kendala atau permasalahan dalam mengungkapkan pendapat serta opininya. Berbagai kendala itu secara langsung maupun tidak, menimbulkan berbagai dampak yang cukup signifikan pada psikis perempuan; seperti jadi merasa rendah diri dan tak percaya diri, hingga membuat perempuan jadi tak bebas dalam berekspresi.

Padahal kita tahu bahwa kebebasan berekspresi adalah hak universal yang harus dinikmati semua orang.Permasalahan ini kemudian menjadi perhatian Alimah Fauzan untuk menginisiasi sebuah komunitas bernama Komunitas Perempuan Berkisah. Didirikan pada 2019, komunitas ini menjadi wadah bagi para perempuan untuk beropini, berbagi pengalaman, serta pembelajaran mengenai masalah-masalah yang kerap dihadapi perempuan.

“Keinginan mendirikan Komunitas Perempuan Berkisah sebenarnya sudah lama sebelum 2019, namun berdiri secara resmi dengan beberapa pengurus baru di akhir 2019. Alasannya karena memang kami membutuhkan ruang aman bukan hanya berbagi pengalaman dan pembelajaran, namun juga berbagi kekuatan secara langsung, saling mendukung, memberdayakan dan berkolaborasi,” kata Alimah kepada kumparanWOMAN beberapa waktu yang lalu.

Sebelum mendirikan Komunitas Perempuan Berkisah, Alimah menyebut bahwa pada awalnya ia mendirikan sebuah media khusus bagi perempuan untuk berbagi pengetahuan, pembelajaran, dan kisah inspiratifnya, yaitu perempuanberkisah.com (yang kini telah berubah menjadi perempuanberkisah.id) pada 2015.

“Awalnya dari sebuah media hanya berisi perempuan yang dengan suka rela membagi pengalaman dan pembelajarannya, namun dalam perkembangannya saya merasa penting untuk menguatkan dan memberdayakan mereka secara langsung maupun tidak langsung dalam satu wadah, yaitu Komunitas Perempuan Berkisah,” tambahnya.

Rupanya ada alasan tersendiri mengapa komunitas tersebut dinamai Perempuan Berkisah. “Perempuan Berkisah dalam pemaknaan saya adalah perempuan yang menceritakan pengalaman subjektifnya tentang sekian persoalan, tantangan, dan strategi agar dia keluar dari masalahnya sendiri baik terkait peran reproduksi, domestik, publik, maupun komunitas,” terang Alimah.Alimah melanjutkan, bahwa pemaknaan ‘perempuan’ dalam konteks tersebut juga bukan sekadar ‘jenis kelamin perempuan’ saja, namun menjadi sebuah perspektif maupun ideologi yang memiliki keberpihakan terhadap persoalan kelompok marginal, terutama perempuan.

Tak sekadar wadah untuk berbagi kisah

Ada banyak sekali program dan kegiatan yang rutin dilakukan oleh Komunitas Perempuan Berkisah. Alimah menyebut, sebelum pandemi komunitasnya kerap mengadakan diskusi rutin secara online di WhatsApp Group Komunitas Perempuan Berkisah (PB), serta melakukan pelatihan self healing dan penguatan kapasitas sesuai kebutuhan komunitas di masing-masing daerah.“Namun, setelah pandemi ini kami lebih banyak melakukan semuanya secara online ” jelas Alimah.

Saat mengadakan berbagai program dan kegiatan tersebut, Alimah menuturkan bahwa ia dan komunitasnya sering concern dengan isu dan persoalan yang sering menimpa perempuan; mulai dari isu kekerasan, isu kepemimpinan, pemberdayaan, self love, dan isu kesehatan mental.

Selain isu-isu tersebut, Komunitas Perempuan Berkisah juga pernah mengadakan program kampanye mengenai kebebasan berekspresi bagi perempuan. “Kampanye ini pernah kami lakukan dalam bentuk konten seperti infografis, artikel feature untuk web, diskusi live on Instagram dan webinar. Kampanye ini kami buat dengan pesan mengenai pentingnya seorang perempuan dalam memperjuangkan kebebasan demi kebahagiannya,” katanya.

Sejak didirikan pada akhir 2019, Komunitas Perempuan Berkisah telah memiliki 15 orang pengurus. Selain pengurus, Alimah juga menyebut bahwa hingga saat ini Komunitas Perempuan Berkisah telah memiliki 152 orang anggota yang tersebar di berbagai kota dan daerah.

“Akhir tahun ini kami juga akan melakukan rekrutmen untuk anggota baru dari follower kami, karena sebenarnya banyak sekali dari follower kami yang ingin bergabung di komunitas kami, namun sampai saat ini kami tetap harus selektif dan tidak sekadar merekrut orang,” tutup Alimah Fauzan.Nah Ladies, bagi Anda yang ingin bergabung dengan komunitas Perempuan Berkisah, Anda mengunjungi website perempuanberkisah.id atau Instagram @perempuanberkisah untuk informasi lebih lanjut.

About the author

Media Pemberdayaan | Katalisator Perubahan | Ruang Aman Berbasis Etika Feminis


Redaksi Perempuan Berkisah

Media Pemberdayaan | Katalisator Perubahan | Ruang Aman Berbasis Etika Feminis

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us