Menjadi Ibu bukanlah Tujuan Mutlak, Melainkan Pilihan Sadar Perempuan

“Lucu, ya kalau dipikir-pikir, walaupun sebelum menikah kita fokus pada kemandirian finansial, punya  karier, pada akhirnya, sehebat apapun kita (akan) kembali ke kodrat.”  Begitulah kira-kira pernyataan seorang pesohor dan presenter ternama pada akun media sosialnya ketika menceritakan kegiatannya sebagai full time mom. Mengernyit dahi saya dibuatnya. Betapa sungguh, penampilan modern Read more…

Perlukah Penyintas Memaafkan Pelaku?

Perempuan Berkisah (PB) menyediakan ruang aman konseling dengan menerapkan pendekatan berbasis etika feminisme untuk mendampingi korban kekerasan berbasis gender. Dalam menjalankan pendampingan, kami–para konselor–mendapat berbagai pelatihan supaya dapat menjadi pendamping dengan perspektif gender yang baik dan berpihak pada penyintas. Sebagai pendamping yang menerapkan pendekatan berbasis etika feminisme, kami mengupayakan ruang Read more…

Kontroversi ZavildaTV: Pemaksaan Jilbab, Kekerasan Simbolik hingga Psikologis

27 Agustus 2022, pos dari akun Instagram Kalis Mardiasih dengan judul “Report akun Zavilda TV” membuat gempar. Menyertai pos tersebut, terdapat tangkapan layar beberapa video dengan judul yang mengobjektifikasi tubuh perempuan dibumbui dengan dakwah menutup aurat. Bagai bola api, pro kontra atas pos tersebut terus bermunculan dari pelbagai kalangan. Ada Read more…

Jangan Ragu, Konselor Pun Berhak Membangun Batasan Diri

Menyediakan diri kita sebagai konselor, bukan berarti kehidupan kita siap diganggu kapan pun oleh konseli. Di Ruang Aman berbasis komunitas, kadang ada saja konseli yang selalu ingin berkabar perkembangan kondisinya kapanpun mereka mau, tidak peduli kondisi konselor siap atau tidak untuk dihubungi.  Benar bahwa kami adalah relawan yang mengabdikan diri Read more…

Ruang Aman Berbasis Komunitas: Permudah Akses Penyintas Mendapat Dukungan

Seorang perempuan penyintas kekerasan seksual memilih menghubungi ruang aman berbasis komunitas daripada keluarganya, lingkaran terdekat dari dirinya. Dia adalah seorang anak perempuan semata wayang di keluarganya. Dia memilih memikirkan dan mengatasi masalahnya sendiri tanpa kehadiran kedua orang tuanya, tapi mengakses Ruang Aman Perempuan Berkisah yang dinilai mampu memahami masalah yang Read more…

Bukan Sekadar Empatik, tapi Memahami Peran Sebagai Katalisator

Maaf kak, saya jadi nangis. Rasanya gak nyangka ada yang percaya apa yang saya alami. Penyintas kekerasan seksual, di Ruang Aman Perempuan Berkisah, konseling via zoom Terkadang, kita sering merasa bahwa respon penyintas saat konseling di Ruang Aman Perempuan Berkisah terkesan berlebihan. Namun, bagi penyintas sikap empatik kita sangatlah berarti. Read more…

Konseling: Bukan Sekadar Ruang Membuang ‘Sampah’ Masalah

Siapa sih yang tidak tahu istilah curhat atau singkatan dari curahan hati?  Momen di mana kita bisa mengungkapkan apapun kepada seseorang yang kita anggap dapat dipercaya. Dipercaya bukan berarti orang tersebut akrab atau bahkan memiliki relasi yang cukup dekat. Karena banyak juga mereka yang curhat pada seseorang yang baru mereka Read more…

Sadar Kapasitas Diri, Pendamping Korban Butuh Kolaborasi dan Berbagi Peran Bersama Pengada Layanan Lain

Malam ini apakah dari tim pendamping korban Perempuan Berkisah ada yang bersedia mendampingi korban KDRT? Posisinya di Bandung dan saat ini juga membutuhkan pendamping, karena di Rumah Aman full saat pandemi ini. (Pendamping korban dari lembaga mitra Perempuan Berkisah di Kota Bandung, Jawa Barat) Kebutuhan pendampingan korban secara langsung selalu Read more…

Agar Tak Berjuang Sendirian, Perempuan Berkisah Rangkul Penyintas Melalui Support Group

Rasanya selama melalui proses pemulihan begitu berat dan merasa sendirian, namun bersama Komunitas Perempuan Berkisah saya mendapatkan kekuatan dari teman-teman support group Perempuan Berkisah (PB). Rasanya gak akan sekuat dan bertahan sampai saat ini tanpa support system dari komunitas. Perempuan Penyintas kekerasan seksual asal Bekasi, dalam Ruang Aman Konseling Online Read more…

Perjalanan Memahami Kesendirian dan Sekian Hal Tak Kupahami

“Ada hari di saat aku berterima kasih kepada diri sendiri. Bukan karena menjadi sempurna, melainkan berusaha menyelesaikannya. Bagaimana pun situasi saat itu.”  Menutup akses komunikasi selama dua tahun merupakan pilihan hidupku. Dilatar belakangi oleh adanya perasaan sesak manakala melihat satu per satu teman-teman menuntaskan perkuliahan. Sedangkan aku masih berkutat dengan sesuatu yang Read more…

Jika Kamu Memiliki Orang Tua Beracun, Ingatlah Tujuh Hal Ini

“Harusnya kamu tuh bersyukur punya orang tua! Emangnya jadi orang tua gampang?” Begitulah reaksi yang rata-rata muncul dari ketikan netizen saat seseorang menuturkan secara singkat perasaan tentang orang tuanya. Termasuk salah satu perempuan dengan anonymous yang menceritakan perihnya hidup dalam cengkraman orang tua beracun, dia mengungkapkannya di sebuah akun base Read more…

Dear Psikiater, Stop Victim Blaming Korban Kekerasan Seksual

“Pandemi begini kok bisa terjadi kekerasan seksual? kamu keluar-keluar, ya? kok bisa terjadi, pakaian kamu seperti apa?” Ini adalah pernyataan yang mengandung victim blaming dari seorang Psikiater kepada pasien korban kekerasan seksual DISCLAIMER: Kisah pembelajaran ini berdasarkan pengalaman pribadi penulis dalam mendampingi penyintas kekerasan seksual. Apa yang tertulis dalam kisah Read more…

Psychological First Aid (PFA) pada Korban Kekerasan Seksual

Saat jari terluka, ada kotak P3K yang menyediakan berbagai kebutuhan sebagai pertolongan pertama. Namun, bagaimana jika yang terluka adalah mental atau psikologis  yang diakibatkan peristiwa traumatis? Adakah pertolongan pertama untuk menangani luka yang tidak kasatmata?  Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Komunitas Perempuan Berkisah (PB) menyelenggarakan diskusi publik berseri yang mengangkat tema Read more…

Pelanggengan Budaya Poligami dalam Balutan Agama pada Film “Keep Sweet: Pray and Obey”

“Keep Sweet: Pray and Obey merupakan film dokumenter  kriminal berdasarkan kisah nyata yang tayang di Netflix. Film  ini cukup menyita perhatian dengan alur cerita yang membahas tentang poligami, perkawinan anak dan doktrinasi agama yakni “Hanya laki-laki yang mempunyai istri tiga yang akan masuk surga.” Dalam film ini, perkawinan anak dilegalkan Read more…

Pahami Etikanya: Jangan Sampai Semangat Membantu justru Membahayakan Korban

Baru-baru ini kita dibuat geram dengan video cctv yang viral. Video tersebut memperlihatkan seorang pria paruh baya melakukan pelecehan seksual kepada seorang anak perempuan. Bukan hanya perbuatan bejat pelaku yang bikin publik geram, tapi juga respon pihak aparat yang terkesan tak memahami apa itu pelecehan seksual. Selain itu juga terkesan Read more…

Berhentilah Mengusik Janda, Biarkan Mereka Menikmati & Merayakan Statusnya Sebagai Perempuan Berdaya

Belakangan, publik dihebohkan dengan beredarnya berita mengenai MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan Ayu Ting Ting. Kabarnya, MUI meminta agar acara televisi yang menampilkan sosok pedangdut tersebut dihentikan. Alasannya pun membuat publik geram, yakni karena Ayu dianggap terlalu mengeksploitasi status jandanya. Kabar tersebut pun membuat MUI panen hujatan dari masyarakat. Berbagai Read more…

Contact Us