Tindakan Tepat Ketika Menyaksikan Kekerasan Seksual

Salah satu alasan mengapa orang-orang jarang bertindak saat menemukan kekerasan seksual di ruang publik adalah adanya fenomena bystander effect, yaitu suatu pemikiran dalam segi psikologi sosial di mana saat seseorang  tengah membutuhkan pertolongan, namun orang-orang di sekitarnya terlihat enggan membantu karena merasa takut atau lebih memilih menunggu orang lain  untuk Read more…

Kiat Perempuan Penyintas Kekerasan Berdaya Secara Finansial

Banyak orang tidak menyadari bahwa tindakan dominasi, kontrol, dan larangan bekerja termasuk salah satu bentuk kekerasan terhadap perempuan. Jadi, kekerasan bukan hanya penganiayaan yang menyebabkan cidera fisik dan/atau mental. Mayoritas kekerasan di ranah privat yang terjadi kepada perempuan justru dimulai dari ketidakstabilan ekonomi dan ketergantungan finansial. (Tuty Kusumawati, Kepala Dinas Read more…

Mengatasi Rendah Diri Akibat Kekerasan Berbasis Gender

Perempuan yang cenderung menggunakan perasaan akan kehilangan tekadnya untuk menuntut perilaku kekerasan berbasis gender (KBG) yang sebelumnya ia alami pada tahap tertentu. Aline Laksmi. M.Psi, Psikolog, Tim Psikolog di Ruang Aman Perempuan Berkisah (2021) 17 Agustus 2021, Indonesia kembali merayakan hari kemerdekaan di tengah pandemi. Dengan segala keterbatasan dalam masa Read more…

Menjadi Pendengar Aktif-Empatik Ketika Teman Ingin Bunuh Diri

Disclaimer: Triger Warning! Ini adalah catatan pembelajaran bagian ke-1, dari proses pelatihan yang diikuti oleh penulis dalam Program Covid-19 Mental Health Psychoeducation (Online Peer Suicide Crisis Intervention) bersama Yayasan Insan Teman Langit  (Into The Light Indonesia): Sebuah Refleksi Memberdayakan Pikiran Menjadi Caregiver Akhir pekan lalu Yayasan Insan Teman Langit  (Into Read more…

#KawanPuan Dukung Akses Pemulihan Korban Kekerasan Berbasis Gender

“Sejak menikah, suamiku melarangku bekerja. Kini suami melakukan KDRT dan berselingkuh, dia juga pecandu minum-minuman keras. Aku bingung, mau cerai tapi tidak punya penghasilan. ” Penyintas Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Ruang Aman Perempuan Berkisah atas dukungan dari #KawanPuan Penyintas tersebut di atas adalah salah satu penyintas dari 180-an Read more…

Lobi, Negosiasi, dan Pencatatan Kronologi Kasus Kekerasan Berbasis Gender

Kekerasan berbasis gender sering dianggap sebagai tindakan suka sama suka dan sulit diproses dengan alasan tidak ada pasalnya atau tidak ada saksinya. Kerugian akibat kekerasan berbasis gender, terutama kekerasan seksual juga sering dianggap tidak seberapa dan aparat penegak hukum sering mengarahkan pada jalur mediasi. (Nia Lishayati, LRC-KJHAM) Sebagai salah satu Read more…

Terhubung dengan Diri: Seni juga Bantu Perempuan Lawan Stigma Kesehatan Mental

Proses artistik memang berpotensi menjadi media komunikasi yang efektif, sekaligus media katarsis untuk melepaskan ketegangan, kecemasan, dan emosi-emosi terpendam dengan cara mengekspresikannya melalui karya seni.  Irma Damajanti, Dosen Seni Rupa ITB. Sewaktu kecil, Vania Marisca sempat memiliki kebiasaan menggambar ketika sedang mendengarkan orang bicara. Namun, saat masih duduk di bangku Read more…

“Ruang Belajar Bersama”: Gerakan Penulis Amatir Lawan Romantisasi Kekerasan Seksual

Awalnya saya sempat terkejut, bagaimana ruang baca digital dipenuhi para penulis yang meromantisasi kekerasan seksual. Belum lagi penulisan yang serampangan tanpa memerhatikan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI). Dalam tulisannya, perempuan dan kelompok rentan lain dijadikan sebagai objek imajinasinya untuk memuaskan mereka yang mengglorifikasi budaya patriarki. Sebagai pendidik bahasa dan sastra, saya Read more…

Advokasi terhadap Perempuan Berbasis Pemulihan dan Perlindungan korban

Mendampingi korban kekerasan berbasis gender merupakan tugas yang tidak mudah. Menjadi pendamping untuk kasus kekerasan berbasis gender, bukan sekadar membutuhkan kapasitas (pengetahuan dan ketrampilan), namun perspektif keberpihakan terhadap korban yang kuat, etika feminis, serta kolaborasi dengan beragam pihak. Perempuan penyintas membutuhkan pendampingan sesegera mungkin, sementara proses administrasi penyedia layanan pemerintahan Read more…

Tak Akan Ada “Equality” Tanpa Adanya Kesadaran Akan “Equity”

Untuk menuju kesetaraan (equality), maka pastikan dulu apakah kita sudah adil (equity) memetakan kondisi awal mereka yang akan kita perkuat kapasitasnya? Sehingga pijakan dasarnya adalah dengan dimulai menyadari equity terlebih dahulu, lalu setelah itu equality, lalu empowerment.  Daya, Riset dan Avokasi (DROUPADI Foundation) Pernah tidak menemukan sejumlah alat bantuan untuk Read more…

Membangun Daya Kritis Perempuan Melalui Ruang Baca Saudari

Saya berharap perempuan-perempuan tidak berhenti untuk berjuang memperjuangkan dirinya, walaupun diterpa berbagai tuduhan. Omongan miring bisa kita jadikan kekuatan untuk menunjukkan kekuatan kita dalam membangun agensi dan otonomi perempuan. Dea Safira, Inisiator Ruang Baca Saudari, Dokter Gigi dan Penulis Buku “Membunuh Hantu-Hantu Patriarki” & “Sebelum Perempuan Bercinta” Saya selalu ragu Read more…

Sumanto Al Qurtuby: Siapapun Berpotensi Melakukan Tindakan Intoleransi

Kelompok intoleran, bukan hanya kelompok yang muncul dari agama Islam. Kelompok non Islam juga kurang lebih melakukan tindakan intoleransi, meskipun misalnya tidak sampai melakukan kekerasan secara fisik. Gerakan-gerakan yang bernuansa puritanisme itu selalu ada di hampir semua agama dan di berbagai macam negara. Profesor Sumanto Al Qurtuby Profesor Sumanto Alqurtubi yang Read more…

Sakdiyah Ma’ruf: Lawan Intoleransi dengan Konten Empatik, Bukan Sekadar Viral

Dalam mempromosikan narasi toleransi atau apapun, menjadi viral seharusnya bukanlah tujuan, viral adalah strategi dan bisa diupayakan melalui social media optimizer selain konten yang baik. Tapi, akan salah kaprah ketika viral itu menjadi tujuan. Lawanlah narasi intoleransi secara konsisten dengan sikap penuh empatik dan kesadaran kritis Sakdiyah Ma’ruf, M.A Sakdiyah Read more…

Lepas dari Toxic Relationship: Mengalahkan Ketakutan dan Kecemasan Diri

Setelah bertahun-tahun lamanya terjerat dalam toxic relationship (hubungan beracun), sekarang saya dapat berbangga diri. Kenapa? Karena akhirnya saya mampu mengalahkan semua ketakutan dan kecemasan saya sendiri. Dyna Fransisca Setiap mendengar istilah toxic relationship, entah mengapa yang selalu muncul di dalam benak saya adalah film Posesif yang pernah diperankan oleh Adipati Read more…

Y.O.U Dukung Pemberdayaan Perempuan & Pemulihan Korban Kekerasan

Y.O.U Rayakan Kartini dengan Mengadakan CSR untuk Perempuan Indonesia Melalui Rangkaian Acara “You Deserve Better”. Rangkaian acara inspiratif ini, membahas mulai dari fenomena dan dampak sosial masyarakat hingga konseling dan workshop Jakarta, 24 April 2021 – Dalam rangka merayakan hari Kartini atau women empowerment, kali ini Y.O.U, brand kecantikan sejak Read more…

Contact Us