author

Nadira Firinda

Seorang junior analyst dengan pengalaman pada bidang machine learning, penggunaan model dalam menganalisis indikator ekonomi, dan manajemen produk. Saat ini aktif menjalankan kegiatan sosial serta menulis tentang kesehatan mental dan pemberdayaan perempuan.

Doomed Without Daddy : Peran Ayah dalam Hidup Anak Perempuannya

Saya beruntung hidup dikelilingi oleh perempuan-perempuan kuat yang tangguh. Mereka yang menyuarakan opininya dengan lantang. Mereka yang tahu persis apa yang diinginkan, dan apa yang dibutuhkan baik dari kehidupan, lingkungan, maupun pasangan. Mereka yang mampu mengambil keputusan tanpa ragu. Mereka yang dengan tegas pula menolak apabila mendapatkan perlakuan tak pantas, dari siapapun itu. Bertahun – […]

Makna Mencintai Orang yang Salah dalam “Noktah Merah Perkawinan”

Kamu bukan orang jahat, Yuli. Kamu hanya mencintai orang yang salah “Tante baru pertama kali ini lho, mendengar cerita dari sudut pandang—” Yuli memotong perkataan tantenya, “Sudut pandang orang jahat?” Sarah, seorang konselor pernikahan sekaligus keluarga terdekat Yuli, tersenyum melihat keponakannya. Ia berujar lembut, “Kamu bukan orang jahat, Yuli. Kamu hanya mencintai orang yang salah.” […]

Self Journaling: Menyadari Apa yang Terjadi

“Tak peduli apa yang akhirnya kamu tulis, atau berapa banyak halaman yang kamu isi, atau seberapa berantakan tulisanmu. Ingat, ini tentangmu dan untukmu” (Amber Tucker – www.mindful.org) “Lagi burnt out, kah?” Tebakan asal kulayangkan saat aku mendengar helai napas panjang dari ujung telepon. Percakapan antara aku dan temanku pagi itu hanya diawali ‘halo’, ‘hai’, sebelum […]

Tiga Pilihan Sikap Penyintas Kehamilan Tidak Direncanakan

Perempuan yang akan hamil dan melahirkan. Perempuan pula lah yang akan membuat pilihan. Apakah akan menikah dengan bapak biologis janin? atau memilih mengurusnya sendirian tanpa menikah dengan bapak biologisnya? Atau, memilih Rumah Aman atau shelter khusus bagi perempuan penyintas Kehamilan Tidak Direncanakan (KTD)? Dia yang berkorban, dia pula lah yang membuat pilihan untuk masa depannya. […]

4 Cara ‘Selamatkan’ Diri Pasca Keluar dari Relasi Beracun

Bayangkan skenario ini : kamu baru saja lepas dari sebuah hubungan yang melelahkan. Berhasil ‘lolos’ dari hubungan yang dinodai oleh kekerasan baik secara fisik, seksual maupun psikologis oleh pasangan membuat kamu, seorang penyintas, merasa bebas. Bebas untuk bahagia, bebas untuk berperilaku dan berkreasi, bebas untuk menentukan jati diri tanpa campur tangan orang lain. Namun ketika […]

Contact Us