Lima Ucapan Terima Kasih yang Layak Diungkapkan pada Diri Sendiri

Sewaktu kecil, seorang guru pernah berkata agar senantiasa mengingat dan mengucapkan tiga kata ajaib saat berinteraksi dengan orang lain: “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”. Nasihat mulia itu sempat berjeda tidak berhasil menembus nurani dan akal sehat yang mengeras di masa pubertas, lalu kemudian kembali hadir saat menempuh pendidikan di negeri sakura, hampir satu dekade silam. […]

Women Supporting Women: Nyatanya Tak Semudah Itu

Isu kesetaraan gender belakangan menjadi isu yang ramai diperbicangkan dan dengan itu membuat perempuan mulai berani untuk mengungkapkan pendapat, berani berekspresi serta mulai menerobos stereotip yang dilekatkan kepadanya. Namun tak jarang diantara kita masih menganggap sesama perempuan sebagai ancaman, kemudian saling menyerang dan saling menjatuhkan. Mengapa terjadi demikian? Najwa Shihab dalam youtube channelnya mengatakan bahwa […]

Perempuan Belum Menikah Bukan Karena Ingin Menyaingi Lelaki, tapi Karena Beban Ganda Menghidupi Keluarga

Sebagai seorang anak perempuan yang berasal dari keluarga sederhana dan dari seorang ibu yang single parent, saya dituntut untuk menjadi sosok yang selalu siap dengan banyak tanggung jawab. Bukan hanya memenuhi kebutuhan pribadi saya sendiri, tetapi juga memenuhi kebutuhan anggota keluarga lainnya. Sebagai seorang anak perempuan yang saat ini menjadi tulang punggung keluarga, membuat saya […]

Darurat Perundungan di Satuan Pendidikan Indonesia

Sepekan ini media sosial dikejutkan dengan pemberitaan memilukan yang dialami oleh anak perempuan dengan inisial SAH, anak yang duduk dikelas 2 di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Gresik, Jawa Timur. Nahasnya, perundungan (bullying) yang dilakukan oleh kakak kelasnya kepada SAH, yang mengakibatkan mata kanan SAH kini buta.  Miris tindakan ini bisa terjadi. Perundungan fisik […]

Selamat! Ini Tanda-Tanda Pemulihan Dirimu Berhasil!

Aku percaya bahwa setiap orang yang tengah hidup berdampingan dengan kita saat ini, sejatinya tengah berjuang mengukir kisah indahnya masing-masing. Perjuangan mereka tentu tidak bisa sepenuhnya lepas dari luka batin yang terkadang bisa menyabotase diri untuk bangkit pulih dan kembali melangkah untuk menjalani hidup dengan berdaya. Pulih, sejatinya adalah salah satu bentuk perjuangan hidup yang […]

KTD dan Tuntutan Keluarga, Alasan di Balik Permohonan Perkawinan Usia Anak

Keluarga menjadi ujung tombak untuk mencegah perkawinan anak Rohika Kurniadi Sari, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Pernyataan tersebut diungkapkan oleh perwakilan KemenPPPA dalam siarang langsung Seminar Nasional Hasil Kajian Pencegahan Perkawinan Anak untuk Mewujudkan Indonesia Layak Anak 2030 di Youtube KemenPPPA RI, (26/1). Pernyataan tersebut juga merupakan respons atas maraknya kasus perkawinan anak […]

Doomed Without Daddy : Peran Ayah dalam Hidup Anak Perempuannya

Saya beruntung hidup dikelilingi oleh perempuan-perempuan kuat yang tangguh. Mereka yang menyuarakan opininya dengan lantang. Mereka yang tahu persis apa yang diinginkan, dan apa yang dibutuhkan baik dari kehidupan, lingkungan, maupun pasangan. Mereka yang mampu mengambil keputusan tanpa ragu. Mereka yang dengan tegas pula menolak apabila mendapatkan perlakuan tak pantas, dari siapapun itu. Bertahun – […]

Empati dan Keberpihakan pada Korban: Hargai Korban sebagai Manusia Utuh

Disclaimer: Ini adalah catatan pembelajaran kegiatan mentoring dari program Sekolah Konselor Sebaya (SKS) berbasis empatik dan keberpihakan pada korban yang diinisiasi oleh Yayasan Perempuan Indonesia Tumbuh Berdaya (Pribudaya) atas dukungan Indika Foundation telah sampai pada tahapan mentoring. Yayasan Pribudaya adalah sebuah organisasi non-profit berbadan hukum yang menaungi Komunitas Perempuan Berkisah yang berada di 7 (Tujuh) […]

Menulis Catatan Pembelajaran Hasil Konseling dan Pendampingan

“Tulisan yang baik bukan berasal dari ide yang gemilang atau tata Bahasa yang cemerlang. Tulisan yang baik adalah tulisan yang selesai dan sampai ke pembaca hingga mampu menyentuh nurani mereka lewat kejujuran”– Erlin Fadhylah. Dalam setiap pelatihan atau penguatan kapasitas, ada baiknya kita mengosongkan gelas untuk bersiap mengisinya kembali dengan air pengetahuan baru. Sama seperti […]

Menguatkan Empati dan Keberpihakan, Agar Korban Tak Berjuang Sendirian

Disclaimer: Ini adalah catatan pembelajaran kegiatan mentoring dari program Sekolah Konselor Sebaya (SKS) berbasis empatik dan keberpihakan pada korban yang diinisiasi oleh Yayasan Perempuan Indonesia Tumbuh Berdaya (Pribudaya) atas dukungan Indika Foundation telah sampai pada tahapan mentoring. Yayasan Pribudaya adalah sebuah organisasi non-profit berbadan hukum yang menaungi Komunitas Perempuan Berkisah yang berada di 7 (Tujuh) […]

Beban Perempuan Memenuhi Keluarga Bahagia serta Potensi Maternal Filicide

“Perempuan itu kodratnya melahirkan dan merawat keluarga. Makanya jadi perempuan kalo punya suami dan anak itu diurus yang bener” Masyarakat membangun opini atas keluarga bahagia dengan komposisi ayah yang bekerja, ibu yang merawat, serta anak yang patuh dan ceria—baik tunggal maupun jamak. Pola imaji ini terus diproduksi oleh berbagai pihak di masyarakat melalui banyak cara, […]

Makna Mencintai Orang yang Salah dalam “Noktah Merah Perkawinan”

Kamu bukan orang jahat, Yuli. Kamu hanya mencintai orang yang salah “Tante baru pertama kali ini lho, mendengar cerita dari sudut pandang—” Yuli memotong perkataan tantenya, “Sudut pandang orang jahat?” Sarah, seorang konselor pernikahan sekaligus keluarga terdekat Yuli, tersenyum melihat keponakannya. Ia berujar lembut, “Kamu bukan orang jahat, Yuli. Kamu hanya mencintai orang yang salah.” […]

Menjadi Ibu bukanlah Tujuan Mutlak, Melainkan Pilihan Sadar Perempuan

“Lucu, ya kalau dipikir-pikir, walaupun sebelum menikah kita fokus pada kemandirian finansial, punya  karier, pada akhirnya, sehebat apapun kita (akan) kembali ke kodrat.”  Begitulah kira-kira pernyataan seorang pesohor dan presenter ternama pada akun media sosialnya ketika menceritakan kegiatannya sebagai full time mom. Mengernyit dahi saya dibuatnya. Betapa sungguh, penampilan modern dan pendidikan tinggi tak dapat […]

Perlukah Penyintas Memaafkan Pelaku?

Perempuan Berkisah (PB) menyediakan ruang aman konseling dengan menerapkan pendekatan berbasis etika feminisme untuk mendampingi korban kekerasan berbasis gender. Dalam menjalankan pendampingan, kami–para konselor–mendapat berbagai pelatihan supaya dapat menjadi pendamping dengan perspektif gender yang baik dan berpihak pada penyintas. Sebagai pendamping yang menerapkan pendekatan berbasis etika feminisme, kami mengupayakan ruang yang aman untuk penyintas berbagi […]

Kontroversi ZavildaTV: Pemaksaan Jilbab, Kekerasan Simbolik hingga Psikologis

27 Agustus 2022, pos dari akun Instagram Kalis Mardiasih dengan judul “Report akun Zavilda TV” membuat gempar. Menyertai pos tersebut, terdapat tangkapan layar beberapa video dengan judul yang mengobjektifikasi tubuh perempuan dibumbui dengan dakwah menutup aurat. Bagai bola api, pro kontra atas pos tersebut terus bermunculan dari pelbagai kalangan. Ada yang menganggap konten tersebut bagian […]

Memaknai Luka Batin: Perjalanan Perempuan Tumbuh Berdaya

Makna hidup bahkan bisa ditemukan saat kita dihadapkan pada situasi yang tidak membawa harapan, saat kita dihadapkan pada nasib yang tidak bisa diubah. Pada saat-saat seperti itu, kita menjadi saksi tentang adanya potensi manusia yang unik dalam bentuknya yang terbaik, yang bisa mengubah tragedi pribadi menjadi kemenangan, mengubah kemalangan seseorang menjadi keberhasilan. Viktor Frankl, dalam […]

Jangan Ucapkan Hal Ini pada Korban Kekerasan Seksual

Kesetaraan gender adalah salah satu dari tujuh belas poin dalam Sustainable Development Goals (SDG) yang terkandung dalam dokumen Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development. Agenda tersebut telah disepakati dalam pertemuan puncak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 25-27 November 2015. Indonesia adalah salah satu dari 193 negara yang turut serta mensukseskan seluruh agenda […]

Jangan Ragu, Konselor Pun Berhak Membangun Batasan Diri

Menyediakan diri kita sebagai konselor, bukan berarti kehidupan kita siap diganggu kapan pun oleh konseli. Di Ruang Aman berbasis komunitas, kadang ada saja konseli yang selalu ingin berkabar perkembangan kondisinya kapanpun mereka mau, tidak peduli kondisi konselor siap atau tidak untuk dihubungi.  Benar bahwa kami adalah relawan yang mengabdikan diri kami untuk berbagi kekuatan dengan […]

Ruang Aman Berbasis Komunitas: Permudah Akses Penyintas Mendapat Dukungan

Seorang perempuan penyintas kekerasan seksual memilih menghubungi ruang aman berbasis komunitas daripada keluarganya, lingkaran terdekat dari dirinya. Dia adalah seorang anak perempuan semata wayang di keluarganya. Dia memilih memikirkan dan mengatasi masalahnya sendiri tanpa kehadiran kedua orang tuanya, tapi mengakses Ruang Aman Perempuan Berkisah yang dinilai mampu memahami masalah yang dialaminya. Kini, perempuan penyintas ini […]

Bukan Sekadar Empatik, tapi Memahami Peran Sebagai Katalisator

Maaf kak, saya jadi nangis. Rasanya gak nyangka ada yang percaya apa yang saya alami. Penyintas kekerasan seksual, di Ruang Aman Perempuan Berkisah, konseling via zoom Terkadang, kita sering merasa bahwa respon penyintas saat konseling di Ruang Aman Perempuan Berkisah terkesan berlebihan. Namun, bagi penyintas sikap empatik kita sangatlah berarti. Nyatanya memang tidak jarang penyintas […]

Contact Us