Perlukah Penyintas Memaafkan Pelaku?

Perempuan Berkisah (PB) menyediakan ruang aman konseling dengan menerapkan pendekatan berbasis etika feminisme untuk mendampingi korban kekerasan berbasis gender. Dalam menjalankan pendampingan, kami–para konselor–mendapat berbagai pelatihan supaya dapat menjadi pendamping dengan perspektif gender yang baik dan berpihak pada penyintas. Sebagai pendamping yang menerapkan pendekatan berbasis etika feminisme, kami mengupayakan ruang Read more…

Jangan Ragu, Konselor Pun Berhak Membangun Batasan Diri

Menyediakan diri kita sebagai konselor, bukan berarti kehidupan kita siap diganggu kapan pun oleh konseli. Di Ruang Aman berbasis komunitas, kadang ada saja konseli yang selalu ingin berkabar perkembangan kondisinya kapanpun mereka mau, tidak peduli kondisi konselor siap atau tidak untuk dihubungi.  Benar bahwa kami adalah relawan yang mengabdikan diri Read more…

Ruang Aman Berbasis Komunitas: Permudah Akses Penyintas Mendapat Dukungan

Seorang perempuan penyintas kekerasan seksual memilih menghubungi ruang aman berbasis komunitas daripada keluarganya, lingkaran terdekat dari dirinya. Dia adalah seorang anak perempuan semata wayang di keluarganya. Dia memilih memikirkan dan mengatasi masalahnya sendiri tanpa kehadiran kedua orang tuanya, tapi mengakses Ruang Aman Perempuan Berkisah yang dinilai mampu memahami masalah yang Read more…

Bukan Sekadar Empatik, tapi Memahami Peran Sebagai Katalisator

Maaf kak, saya jadi nangis. Rasanya gak nyangka ada yang percaya apa yang saya alami. Penyintas kekerasan seksual, di Ruang Aman Perempuan Berkisah, konseling via zoom Terkadang, kita sering merasa bahwa respon penyintas saat konseling di Ruang Aman Perempuan Berkisah terkesan berlebihan. Namun, bagi penyintas sikap empatik kita sangatlah berarti. Read more…

Agar Tak Berjuang Sendirian, Perempuan Berkisah Rangkul Penyintas Melalui Support Group

Rasanya selama melalui proses pemulihan begitu berat dan merasa sendirian, namun bersama Komunitas Perempuan Berkisah saya mendapatkan kekuatan dari teman-teman support group Perempuan Berkisah (PB). Rasanya gak akan sekuat dan bertahan sampai saat ini tanpa support system dari komunitas. Perempuan Penyintas kekerasan seksual asal Bekasi, dalam Ruang Aman Konseling Online Read more…

Dear Psikiater, Stop Victim Blaming Korban Kekerasan Seksual

“Pandemi begini kok bisa terjadi kekerasan seksual? kamu keluar-keluar, ya? kok bisa terjadi, pakaian kamu seperti apa?” Ini adalah pernyataan yang mengandung victim blaming dari seorang Psikiater kepada pasien korban kekerasan seksual DISCLAIMER: Kisah pembelajaran ini berdasarkan pengalaman pribadi penulis dalam mendampingi penyintas kekerasan seksual. Apa yang tertulis dalam kisah Read more…

Psychological First Aid (PFA) pada Korban Kekerasan Seksual

Saat jari terluka, ada kotak P3K yang menyediakan berbagai kebutuhan sebagai pertolongan pertama. Namun, bagaimana jika yang terluka adalah mental atau psikologis  yang diakibatkan peristiwa traumatis? Adakah pertolongan pertama untuk menangani luka yang tidak kasatmata?  Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Komunitas Perempuan Berkisah (PB) menyelenggarakan diskusi publik berseri yang mengangkat tema Read more…

Kekerasan Seksual di Ponpes Shiddiqiyyah Jombang: Korban Terancam, Pelaku Diistimewakan

Tidak ada tempat yang aman dari kekerasan, semua orang berpotensi sama untuk menjadi korban kekerasan, termasuk di lembaga pendidikan agama sekalipun. Lembaga pendidikan agama selama ini dipercaya masyarakat sebagai tempat yang suci dan aman untuk menitipkan anak belajar memperdalam ilmu agama. Namun mirisnya, justru akhir-akhir ini kekerasan seksual marak terjadi Read more…

Pahami Etikanya: Jangan Sampai Semangat Membantu justru Membahayakan Korban

Baru-baru ini kita dibuat geram dengan video cctv yang viral. Video tersebut memperlihatkan seorang pria paruh baya melakukan pelecehan seksual kepada seorang anak perempuan. Bukan hanya perbuatan bejat pelaku yang bikin publik geram, tapi juga respon pihak aparat yang terkesan tak memahami apa itu pelecehan seksual. Selain itu juga terkesan Read more…

Kawal RUU TPKS: Memastikan Pelindungan Inklusif dan Komprehensif Bagi Korban

Memastikan perlindungan inklusif dan komprehensif bagi perempuan korban kekerasan seksual terutama korban perkosaan merupakan salah satu penekanan yang diluncurkan Komnas Perempuan atas RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Sejauh ini, perkosaan dan pemaksaan hubungan seksual lain terus menjadi isu mahkota dari praktik kekerasan seksual.  Pembahasan RUU TPKS sedang bergulir ketika Read more…

Tanta Tian: Ibu Tunggal Disabilitas Bertahan Sebagai Penyintas Kekerasan Seksual

Ini adalah kisah nyata, seorang perempuan penyandang disabilitas yang berjuang sebagai penyintas kekerasan seksual (KS). Akibat KS yang dialaminya, dia melahirkan seorang anak yang juga penyandang disabilitas. Lelaki yang merupakan ayah biologis janinnya menolak untuk bertanggung jawab. Ia justru mengatakan bahwa ia akan memberi uang Rp 500.000 sebagai uang tutup Read more…

Kekerasan Seksual di Pesantren, Apa yang Harus Dilakukan?

Pelaku Kekerasan Seksual tidak mengenal pakaian ataupun tempat. Ia melakukannya atas dasar keinginan dan tidak ada kata toleransi bagi orang yang telah melakukan kejahatan sekejam itu. Indonesia Darurat Kekerasan Seksual Kasus kekerasan seksual semakin hari semakin memprihatinkan. Kekerasan Seksual tidak mengenal pakaian apalagi tempat. Hal ini terbukti dengan banyaknya kasus Read more…

Kekerasan Seksual di Pesantren: Penanganan Lebih Sulit Jika Pelaku dari Keluarga Kyai

Ketika pelaku kekerasan seksual (KS) dari golongan guru dan santri bisa diadili dan mendapatkan hukuman. Namun, lain cerita jika pelaku berasal dari golongan kyai serta anak-anaknya. Kasus yang menimpa kyai dan anak-anaknya cenderung lebih sulit ditangani dan berusaha untuk ditutup-tutupi dari publik (Anis Su’adah, Pendamping Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Read more…

Contact Us