Pekerja Migran Perempuan Rentan Alami Kekerasan Berbasis Gender: Saat Bekerja Maupun Purna

Meningkatnya jumlah pekerja migran perempuan hari ini diakibatkan oleh banyak faktor, konsep Feminisasi migrasi ditandai dengan jumlah tenaga kerja perempuan lebih banyak jika dibandingkan dengan laki-laki. Menurut Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) tahun 2022 sebanyak 200.761 jiwa melakukan migrasi internasional dan 61% nya atau sebanyak 122.147 adalah pekerja migran perempuan. Konsep feminisasi migrasi juga […]

Trauma Akibat Pelecehan Seksual, Sempat Membuatku Merasa Kehilangan Jati Diri dan Ingin Sembunyi dari Kehidupan

TRIGGER WARNING: Mohon tidak lanjut membaca artikel ini, bagi siapapun yang merasa rentan membaca kisah-kisah tragis. Artikel ini mengandung informasi kekerasan seksual. Artikel ini berpotensi memicu perasaan tidak nyaman, gangguan kecemasan, dada sesak, perut mual dan sekian pemicu lainnya. Dear Perempuan Berkisah, aku berharap kisah ini mampu mengurai kerumitan pikiranku. Rasanya sudah lama aku menumpuk segala […]

Kekerasan Seksual di Kampus, Relasi Kuasa dan Perubahan Paradigma

Kekerasan seksual, penting untuk melihat diskursus yang membingkai pemahaman publik terhadap isu tersebut, dalam hal ini adalah antara konservatif dan liberal. Hal ini disebabkan karena realitas sosial dibentuk oleh diskursus yang dapat menjelaskan permasalahan lebih komprehensif. Berlawanan dengan pendekatan diskursus adalah pendekatan kritis yang mereduksi permasalahan kepada isu struktural. Dalam pandangan ini, relasi kuasa dapat menguntungkan […]

Bertahun-tahun Trauma Akibat Kekerasan Seksual, Begini Perjalanan Pulihku Bersama Perempuan Berkisah

DISCLAIMER: Tulisan ini berisi kisah nyata korban kekerasan seksual (KS) yang mulai pulih menjadi penyintas. Kisah aseli penyintas diungkapkan via zoom dan chat WA oleh penyintas bersama tim konselor dan psikolog di ruang aman Perempuan Berkisah (PB). Tim Redaksi Perempuan Berkisah hanya membantu mentranskrip dan mengedit kalimat-kalimat sensitif dan menghilangkan nama identitas dan tempat untuk […]

Perlukah Penyintas Memaafkan Pelaku?

Perempuan Berkisah (PB) menyediakan ruang aman konseling dengan menerapkan pendekatan berbasis etika feminisme untuk mendampingi korban kekerasan berbasis gender. Dalam menjalankan pendampingan, kami–para konselor–mendapat berbagai pelatihan supaya dapat menjadi pendamping dengan perspektif gender yang baik dan berpihak pada penyintas. Sebagai pendamping yang menerapkan pendekatan berbasis etika feminisme, kami mengupayakan ruang yang aman untuk penyintas berbagi […]

Jangan Ucapkan Hal Ini pada Korban Kekerasan Seksual

Kesetaraan gender adalah salah satu dari tujuh belas poin dalam Sustainable Development Goals (SDG) yang terkandung dalam dokumen Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development. Agenda tersebut telah disepakati dalam pertemuan puncak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 25-27 November 2015. Indonesia adalah salah satu dari 193 negara yang turut serta mensukseskan seluruh agenda […]

Jangan Ragu, Konselor Pun Berhak Membangun Batasan Diri

Menyediakan diri kita sebagai konselor, bukan berarti kehidupan kita siap diganggu kapan pun oleh konseli. Di Ruang Aman berbasis komunitas, kadang ada saja konseli yang selalu ingin berkabar perkembangan kondisinya kapanpun mereka mau, tidak peduli kondisi konselor siap atau tidak untuk dihubungi.  Benar bahwa kami adalah relawan yang mengabdikan diri kami untuk berbagi kekuatan dengan […]

Ruang Aman Berbasis Komunitas: Permudah Akses Penyintas Mendapat Dukungan

Seorang perempuan penyintas kekerasan seksual memilih menghubungi ruang aman berbasis komunitas daripada keluarganya, lingkaran terdekat dari dirinya. Dia adalah seorang anak perempuan semata wayang di keluarganya. Dia memilih memikirkan dan mengatasi masalahnya sendiri tanpa kehadiran kedua orang tuanya, tapi mengakses Ruang Aman Perempuan Berkisah yang dinilai mampu memahami masalah yang dialaminya. Kini, perempuan penyintas ini […]

Bukan Sekadar Empatik, tapi Memahami Peran Sebagai Katalisator

Maaf kak, saya jadi nangis. Rasanya gak nyangka ada yang percaya apa yang saya alami. Penyintas kekerasan seksual, di Ruang Aman Perempuan Berkisah, konseling via zoom Terkadang, kita sering merasa bahwa respon penyintas saat konseling di Ruang Aman Perempuan Berkisah terkesan berlebihan. Namun, bagi penyintas sikap empatik kita sangatlah berarti. Nyatanya memang tidak jarang penyintas […]

Agar Tak Berjuang Sendirian, Perempuan Berkisah Rangkul Penyintas Melalui Support Group

Rasanya selama melalui proses pemulihan begitu berat dan merasa sendirian, namun bersama Komunitas Perempuan Berkisah saya mendapatkan kekuatan dari teman-teman support group Perempuan Berkisah (PB). Rasanya gak akan sekuat dan bertahan sampai saat ini tanpa support system dari komunitas. Perempuan Penyintas kekerasan seksual asal Bekasi, dalam Ruang Aman Konseling Online PB 2022 Pernyataan di atas […]

Dear Psikiater, Stop Victim Blaming Korban Kekerasan Seksual

“Pandemi begini kok bisa terjadi kekerasan seksual? kamu keluar-keluar, ya? kok bisa terjadi, pakaian kamu seperti apa?” Ini adalah pernyataan yang mengandung victim blaming dari seorang Psikiater kepada pasien korban kekerasan seksual DISCLAIMER: Kisah pembelajaran ini berdasarkan pengalaman pribadi penulis dalam mendampingi penyintas kekerasan seksual. Apa yang tertulis dalam kisah ini, sudah berdasarkan consent (ijin) […]

Psychological First Aid (PFA) pada Korban Kekerasan Seksual

Saat jari terluka, ada kotak P3K yang menyediakan berbagai kebutuhan sebagai pertolongan pertama. Namun, bagaimana jika yang terluka adalah mental atau psikologis  yang diakibatkan peristiwa traumatis? Adakah pertolongan pertama untuk menangani luka yang tidak kasatmata?  Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Komunitas Perempuan Berkisah (PB) menyelenggarakan diskusi publik berseri yang mengangkat tema besar “Keberpihakan Ruang Aman Berbasis […]

Kekerasan Seksual di Ponpes Shiddiqiyyah Jombang: Korban Terancam, Pelaku Diistimewakan

Tidak ada tempat yang aman dari kekerasan, semua orang berpotensi sama untuk menjadi korban kekerasan, termasuk di lembaga pendidikan agama sekalipun. Lembaga pendidikan agama selama ini dipercaya masyarakat sebagai tempat yang suci dan aman untuk menitipkan anak belajar memperdalam ilmu agama. Namun mirisnya, justru akhir-akhir ini kekerasan seksual marak terjadi di lembaga pendidikan agama. Kejamnya, […]

Pahami Etikanya: Jangan Sampai Semangat Membantu justru Membahayakan Korban

Baru-baru ini kita dibuat geram dengan video cctv yang viral. Video tersebut memperlihatkan seorang pria paruh baya melakukan pelecehan seksual kepada seorang anak perempuan. Bukan hanya perbuatan bejat pelaku yang bikin publik geram, tapi juga respon pihak aparat yang terkesan tak memahami apa itu pelecehan seksual. Selain itu juga terkesan meremehkan dan menormalisasikan kasus kekerasan […]

Remaja Berani: Jadi Bystander Aktif? Siapa Takut!

Active Bystander adalah saksi yang memilih untuk mengambil tindakan aktif dalam menghentikan kekerasan yang disaksikan. Peran Active Bystander ini penting banget loh!. Bahkan kita butuh lebih banyak orang khususnya para remaja buat semakin berani berpartisipasi jadi Active Bystander ketika melihat ada kekerasan yang terjadi di lingkungannya.  Pagi tadi Andi tidak mengira kalau ia akan ketiban […]

Kawal RUU TPKS: Memastikan Pelindungan Inklusif dan Komprehensif Bagi Korban

Memastikan perlindungan inklusif dan komprehensif bagi perempuan korban kekerasan seksual terutama korban perkosaan merupakan salah satu penekanan yang diluncurkan Komnas Perempuan atas RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Sejauh ini, perkosaan dan pemaksaan hubungan seksual lain terus menjadi isu mahkota dari praktik kekerasan seksual.  Pembahasan RUU TPKS sedang bergulir ketika tulisan ini dibuat pada 8 […]

Tanta Tian: Ibu Tunggal Disabilitas Bertahan Sebagai Penyintas Kekerasan Seksual

Ini adalah kisah nyata, seorang perempuan penyandang disabilitas yang berjuang sebagai penyintas kekerasan seksual (KS). Akibat KS yang dialaminya, dia melahirkan seorang anak yang juga penyandang disabilitas. Lelaki yang merupakan ayah biologis janinnya menolak untuk bertanggung jawab. Ia justru mengatakan bahwa ia akan memberi uang Rp 500.000 sebagai uang tutup mulut agar Tanta Tian tidak […]

Awas Grooming! Ketika Individu Dewasa Menjalin Relasi Romantis dengan Anak-anak

“Kamu terlihat lebih dewasa dari umur kamu, ya” Semua itu dimulai dari sebuah relasi romantis… Trigger Warning: Grooming, non consensual sex, sexual abuse “Aku mulai berpacaran tuh umur 15 tahun dan pelakunya nggak cuma satu orang, kebetulan pasangan-pasanganku di saat umur ku segitu itu tua-tua.” (M, 21 tahun) M adalah perempuan penyintas grooming yang ia […]

Contact Us