#PerempuanPunyaUsaha: Membangun Usaha Sesuai Passion Mulai dari Nol

Published by Redaksi Perempuan Berkisah on

Laporan Reiva Zaviera Marzuki dan  Angelino Vinanti S

Di tengah pandemi yang kita tidak ketahui dengan pasti kapan berakhirnya, apakah yang Anda lakukan selama di rumah saja? Selain bekerja dari pagi hingga malam, sekolah dengan tugas yang menumpuk, atau pun menjaga keluarga dan memastikan semuanya terkendali, apa yang biasanya Anda lakukan saat memiliki waktu luang?

Walaupun waktu renggang dapat digunakan untuk bernapas sebentar atau refleksi diri dan fokus pada diri sendiri sejenak, hal lain yang bisa dilakukan untuk membuat diri Anda tetap aktif adalah untuk menciptakan sesuatu milik Anda sendiri. Ada kemungkinan Anda pernah berpikir, hmm… mungkin saya bisa memulai bisnis sendiri berbasis hobi yang sudah dimiliki

Akhir-akhir ini pun tidak sedikit orang yang memulai usaha independen karena munculnya berbagai macam tren baru. Memulai usaha sendiri dapat menghasilkan cuan dan saat usaha tersebut dimulai karena adanya keinginan yang besar dan diawali karena hal yang disukai, kenapa tidak?

Topik yang disampaikan oleh Perempuan Berkisah dan Droupadi Foundation dalam webinar “Membangun Usaha Sesuai Passion Mulai dari Nol” pada Sabtu (5/9) membahas serba-serbi memiliki usaha untuk para pemula. Narasumber yang dihadirkan pun dari beragam jenis usaha. 

Narasumber pertama, Nisrina Muthahari dengan akun instagram @nisrinasrina , pemilik usaha @noumihandmade sekaligus Pegiat Isu Pekerja Migran Indonesia (PMI). Narasumber kedua, Triya Amalina dengan akun instagram @rusakutub_ , pemilik usaha @rusacatering, dan The Fool World Project, Ilustrator @perempuanberkisah, dan juga seorang Analis Laboratorium. Narasumber ketiga, Nike Nurjannah dengan akun instagram @nike_nurj , pemilik usaha @sambelcocotetonggo. Narasumber keempat, Mutiara Proehoeman dengan akun instagram @mutiaraproehoeman , pemilik usaha dengan akun @mamaporgy_tiara dan beberapa produk handmade, Founder @savejanda. Narasumber kelima, Erryza Susilo, S.S dengan akun instagram @erryza.susilo, seorang Home Bussiness Advisor dan pemilik usaha jendra.id.  

Semua informasi yang disampaikan selama webinar berjalan memiliki tujuan dan pastinya dapat membantu untuk menjadi sumber inspirasi bagi para pesertanya. Webinar kali ini memiliki potensi besar untuk menjadi sebuah dorongan bagi setiap orang yang sedang bimbang untuk memulai sebuah usaha namun juga menjadi motivasi bagi yang sudah berkecimpung dalam dunia usaha rumahan ini. Walaupun berawal dengan modal yang sedikit, memiliki usaha kecil tidak berarti usaha tersebut akan kecil selamanya. Lalu, apa saja yang dapat dilakukan untuk membantu usaha Anda berkembang dan dilihat oleh banyak orang?

MENGAPA SESUAI PASSION?

Hal yang penting untuk diketahui pula adalah dalam dunia bisnis, memiliki usaha bukanlah hal yang mudah dan pastinya ada saingan dan kompetisi yang menanti. Tagline yang diberikan oleh founder Perempuan Berkisah, Alimah Fauzan, “perempuan punya usaha” pun dapat dijadikan sebagai pengingat kecil dalam benak Anda untuk tidak meragukan diri sendiri saat ingin memulai sesuatu yang baru karena saat memiliki usaha, kendali berada di dalam tangan Anda.

Menurut Alimah Fauzan, Founder Perempuan Berkisah (PB) setiap orang memiliki minat dan bakat yang beragam, begitu pun dalam hal membangun usahanya. Setiap perempuan memiliki pengalaman dan pembelajaran beragam, termasuk dalam membangun usahanya dan ini sanat penting untuk digali bagaiman pengalaman mereka saling melengkapi. Bekerja atau menjalankan bisnis sesuai passion juga akan memunculkan ide-ide dan strategi baru, dalam mencapai tujuan.

Acara yang dibuka oleh Ni Loh Madewanti, Direktur Eksekutif Droupadi, ini merupakan permulaan, pengantar webinar-webinar berikutnya. Melalui forum ini, PB dan Droupadi juga akan bersama-sama memetakan apa yang benar-benar kita butuhkan untuk dibahas di webinar lainnya. Kita berusaha untuk mengenalkan usaha sesuai passion yang dimiliki sahabat di PB.

Perbincangan webinar yang interaktif meliputi berbagai macam cerita yang menarik dari para narasumber. Mulai dari membicarakan cerita pribadi saat awal memulai usaha mereka, pentingnya teman atau kenalan sebagai partner usaha, hingga tantangan seperti mental block yang bisa dialami dalam diri, webinar yang berjalan pada sore hari ini dapat berkesan tidak hanya untuk saat ini, akan tetapi untuk jangka waktu yang panjang.

Selalu Ada Tantangan sekaligus Pembelajaran Membangun Usaha

Dalam membangun usaha, siapapun tak lepas dari tantangan dalam prosesnya. Seperti pengalaman para pemilik usaha dalam webinar #PerempuanPunyaUsaha, Nisrina Muthahari misalnya, ia bahkan merasakan bahwa tantangan dihadapinya sejak awal memulai usaha.

“Saat memulai usaha, saya tidak mengerti bagaimana memproduksi produknya dengan tepat seperti bagaimana memotong yang benar, membeli bahan-bahan murah. Kemudian tantangan selanjutnya adalah alergi yang ia punya  pada  bahan baku goni yang berbulu. Nisrina mengaku memiliki alergi debu dan bulu,” ungkap Nisrina tentang pengalamannya membangun usaha membuat pouch dan dompet dengan bahan dari kain perca. 

Untuk tantangan saat ini lebih kepada saingan yang lebih banyak dibandingkan tahun 2015, sehingga mau tidak mau ia harus bertahan.

Selain Nisrina, tantangan juga dirasakan oleh Nike Nurjanah. Di awal usaha, Nike merasakan bagaimana proses trial yang memakan waktu selama hampir dua bulan. Prosesnya mulai dari testing pemilihan bahan baku cabe bawang merah dan bawah putih, kemudian uji coba berapa lama ketahanan produk  yang terdiri dari  3 varian sambel bawang yaitu original, teri dan cumi di suhu ruang dan kulkas. Quality control bahan baku juga dipilih dari daerah mana yang cocok.         

Sementara bagi Triya Amalina, tantangan yang paling terasa adalah saat pandemi. Pendapatannya kini tidak sebesar dulu. Dulu sebelum pandemi,  orang-orang ingin langsung mencoba makanan dengan mudahnya. 

“Kalau sekarang, orang-orang lebih berpikir dua kali apakah makanannya sehat atau gimana,” ungkap Triya Amalina. Walaupun begitu, konsep Rusa Katering sekarang lebih memudahkannya untuk berjualan tanpa harus menghitung kalori makanan dan beragam makanan lainnya. 

Sementara bagi Mutia Proehoeman, sampai saat ini dia mengaku belum bisa mendelegasikan ke pihak kedua. “Karena saya idealis dalam memasak. Rasa harus pas, itu kenapa saya belum memperbanyak kuantitas karena saya masih mementingkan kualitasnya,” ungkapnya. 

Sementara menurut Erryza Susilo, dari sudut pandang Home Business Advisor, Erryza menyarankan pentingnya membuat tangga kesuksesan kita sendiri sesuai dengan kondisi kita saat ini. 

“Naiklah step by step, buatlah target-target yang ingin anda capai sesuai dengan kemampuan. Buatlah tingkatan-tingkatannya. Buatlah hal-hal seperti hal ini yang realistis supaya bisa dikontrol, diatur dan evaluasi dengan tepat. Kalo ada sesuatu hal yang terjadi kita bisa cek kondisi kita seperti apa.”

Pada saat seperti sekarang, perlu diingat bahwa tidak ada jaminan akan apa yang akan datang di masa depan. Itulah mengapa untuk memulai sebuah usaha, Anda perlu memiliki keberanian dan keyakinan pada diri sendiri. Semuanya pun tergantung pada diri Anda jika ingin mengambil kesempatan tersebut, a leap of faith. Seperti yang Mutiara Proehoeman katakan dalam webinar ini, “tidak ada daerah abu-abu. Yang ada hanya “yes” or “no”. Lakukan atau tidak sama sekali.”

Dalam webinar selama 2 jam lebih ini, banyak pembelajaran dari setiap narasumber yang penting untuk digali. Meskipun demikian, pertanyaan dan respon dari peserta cukup mampu menggali pengalaman para narasumber. Demikian laporan Reiva Zaviera Marzuki dan  Angelino Vinanti S, tunggu laporan lanjutannya hanya di perempuanberkisah.id 

About the author

Media Pemberdayaan | Katalisator Perubahan | Ruang Aman Berbasis Etika Feminis


Redaksi Perempuan Berkisah

Media Pemberdayaan | Katalisator Perubahan | Ruang Aman Berbasis Etika Feminis

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us