Menangani Trauma yang Baru Terungkap

Published by Reiva Zaviera on

Apakah kamu ingat sebagian dari masa kecilmu? Mungkin tampak sedikit kabur, tetapi mungkin juga kamu mengingat beberapa peristiwa dengan cukup baik. Sebagian besar peristiwa di masa lalu memiliki potensi yang besar untuk mempengaruhimu hingga saat ini.

Tentu saja, masa kecil seseorang membentuk mereka secara berbeda. Itulah salah satu alasan utama mengapa setiap orang berbeda-beda. Bahkan, kebanyakan orang masih mencoba untuk mengenali diri mereka sendiri, ini adalah hal yang saya masih lakukan.

Suatu hari, saat saya menemui seorang psikolog untuk membicarakan sebuah masalah yang terjadi secara berulang, ia menanyakan satu hal yang membuat saya berpikir dalam-dalam, “apakah ini sudah terjadi sejak kamu masih kecil?” Saya diam di hadapannya, tidak mengetahui jawaban untuk pertanyaan yang baru saja dilontarkan. Pertanyaan ini memutari benak saya karena secara keseluruhan, saya merasa memiliki masa kecil yang baik, setidaknya itu yang saya selalu rasakan. Saya terpukul, saya kira saya memahami diri saya sendiri. Lucunya, ingatan kita ternyata dapat dimanipulasi secara mudah.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh American Psychological Association berjudul “How Memory can be Manipulated with Elizabeth Loftus, Ph.D.”, Elizabeth, seorang ahli memori, menjelaskan bahwa setiap orang akan memiliki catatan khusus mengenai sebuah pengalaman yang ia lalui. Akan tetapi, informasi baru, ide, pemikiran, informasi sugestif atau yang salah dapat menyebabkan perubahan dalam memori mereka. Informasi baru yang belum tentu benar dapat mempengaruhi memori seseorang secara drastis.

Setelah melihat kembali ingatan tentang apa yang terjadi di masa lalu, saya menyadari bahwa saya mengabaikan banyak sekali red flags dari seseorang hanya. Mengapa? Karena mereka meyakinkan saya bahwa yang dilakukan adalah hal yang lumrah. Ini menyebabkan saya bahkan tidak sadar telah diperlakukan dengan buruk selama hidup saya. Setelah kesadaran melanda, perut terasa mual.

Mengetahui akar dari masalah yang saya miliki dengan diri saya sendiri terasa sangat melegakan, tetapi saya juga merasa kecolongan. Mengapa? Karena satu hal yang mempengaruhi saya dan hal yang menakutkan adalah saya baru mengetahuinya saat saya sudah besar. Semua terasa seperti melepaskan tali yang sudah terikat dengan kencang.

Saya merasa seharusnya saya lebih mengetahui diri sendiri, tapi saya tidak pernah bisa menyalahkan diri sendiri karena saya pun masih kecil pada saat itu. Lalu, apa hal selanjutnya yang bisa dilakukan setelah mengetahui sesuatu yang mempengaruhi kehidupan Anda?

Menurut Dr. Jack Kornfield, ada 4 langkah pendekatan yang dapat membantu saat seseorang terpicu oleh trauma yang terjadi sebelumnya.

1. Kenali perasaan Anda

Hal baik yang bisa dilakukan sekarang adalah untuk menarik napas yang dalam dan kenali perasaan Anda saat ini. Luangkan waktu untuk sepenuhnya mengetahui emosi yang Anda rasakan.

2. Biarkan diri merasakan emosi

Biarkan dirimu memproses setiap emosi yang dirasakan saat ini. Jangan hiraukan dan membohongi diri dengan mengatakan, “I’m fine.”

3. Cari tahu

Cari tahu apa yang memicu Anda merasakan emosi tersebut.

4. Non-Identifikasi

Jangan biarkan perasaan atau pengalaman yang sudah lalu menentukan dirimu. Jangan terlalu keras kepada diri sendiri karena trauma yang dialami di masa lalu.

Selain metode di atas, ada banyak cara untuk membantu melihat suatu pola dan mengikuti pikiran atau perasaan kamu. Akuilah perasaan yang kamu rasakan dengan cara yang sehat. Salah satunya adalah dengan membuat jurnal. Journaling dikenal sebagai menulis dalam sebuah buku atau pun kertas tentang perasaan kamu, atau apa pun yang bisa membantu mengekspresikan emosi yang dirasakan. Ini mungkin terlihat “kekanak-kanakan” karena rasanya seperti kamu sedang menulis di dalam diary, tetapi ini adalah salah satu hal yang dapat membantu meningkatkan kesehatan mental kamu.

Coping mechanism ini bisa bermanfaat dengan baik karena setelah menuliskan semua emosi di atas kertas, Anda bisa melihat sebuah sebab-akibat dengan jelas. Setelah terus-menerus menulis, Anda juga bisa melihat sebuah pattern of behavior. Dengan melihat pola ini, Anda bisa mengatahui apa saja yang perlu diatasi. Anda juga dapat mencoba video journaling, ini adalah hal yang sama tetapi alih-alih menulis, Anda berbicara kepada diri sendiri.

Mengakui trauma masa lalu Anda dan mencoba meningkatkan kesehatan mental Anda adalah hal yang bisa memperkuat diri Anda. Proses penyembuhan tidak pernah mudah, puji diri sendiri karena berjuang sejauh ini.

About the author

Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Padjajaran.


Reiva Zaviera

Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Padjajaran.

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us